langitbiru-
JAKARTA - Indeks global tampak mengalami tekanan yang berasal dari Black Friday di Amerika Serikat (AS), krisis keuangan di Zona Eropa, dan konflik Korea. Sentimen negatif ini juga menghantam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG, pada akhir perdagangan Jumat (26/11/2010) melemah 59,51 poin atau 1,61 persen ke 3.642,5. Sementara LQ45 turun 14,2 poin ke 661,84, dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 10,27 ke 527,1.
Sementara indeks Asia juga tampak mengalami pelemahan merata pada sore ini. Hang Seng turun hingga 177,43 poin ke 22.877,25, begitu juga dengan Nikkei melemah 40,2 poin ke 10.039,56.
Indeks Eropa juga tampak dibuka melemah. Di mana FTSE turun 27,9 poin ke 5.671, CAC melemah 49,29 poin ke 3.711, dan DAX turun 20,5 poin ke 6.858.
Nilai transaksi tercatat Rp5,9 triliun dengan volume 9,5 miliar lembar saham. Sebanyak 190 saham bergerak melemah, 53 saham menguat dan 60 saham tak mengalami perubahan harga.
Sektor pendukung indeks tampak bergerak melemah merata. Sektor perkebunan turun 32,8 poin, sektor pertambangan turun 22 poin. Sektor konsumsi juga anjlok hingga 23,4 poin, sektor infrastruktur turun 15,3 poin, dan sektor manufaktur melemah 16,86 poin.
Saham yang bergerak melemah (top lossers) antara lain PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) turun Rp8.000 ke Rp257.000, PT Astra Internastional Tbk (ASII) turun Rp1.350 ke Rp54.100, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.300 ke Rp42.700, dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melemah Rp950 ke Rp10.600.
Sementara saham yang bergerak menguat (top gainers) adalah PT Delta Djakarta Tbk )DLTA) naik Rp9.000 ke Rp109.000, PT Sumber Alfarian Trijaya Tbk (AMRT) naik Rp300 ke Rp300 ke Rp2.400, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp115 ke Rp590 dan PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) naik Rp110 ke Rp1.280.
sumber- okezone
Tidak ada komentar:
Posting Komentar